Senin, 25 Juni 2018

Perbedaan Dan Cara Mengobati Alergi Kulit Serta Gatal Psikogenik

Pasti anda pernah merasakan keinginan untuk menggaruk kulit walaupun sebenarnya tidak ada bentol ataupun masalah kulit lainnya yang Nampak. Ada beberapa kemungkinan mengapa rasa gatal muncul, misalnya seperti alergi dan juga gatal psikogenik. Jika rasa gatal yang muncul disebabkan oleh alergi, maka anda harus tahu cara mengobati alergi kulit tersebut. Berbeda jika rasa gatal tersebut merupakan gatal psikogenik. Untuk itulah anda harus mengetahui perbedaan keduanya dan cobalah untuk memperhatikan ciri-ciri atau gejala dari rasa gatal yang muncul tersebut. Yang pertama adalah gatal psikogenik, ini bukanlah suatu penyakit namun hanya berupa dorongan untuk menggaruk tanpa adanya penyebab yang pasti yang menyebabkan rasa gatal tersebut muncul. Biasanya rasa gatal tersebut hanya muncul di tempat-tempat yang mudah dijangkau oleh tangan sehingga dapat dengan mudah digaruk, contohnya seperti lengan, perut, wajah, bahu dan juga paha belakang. Ketika anda menggaruknya, bukannya rasa gatal tersebut mereda namun rasa gatal tersebut malah menjadi semakin menjadi-jadi.




Gatal psikogenik hanya akan muncul ketika anda merasa cemas, stress, banyak permasalahan entah di kantor, sekolah/ kampus, keluarga dan lain sebagainya, tak jarang rasa gatal muncul ketika anda merasa terancam. Ada beberapa kasus yang menyebutkan bahwa gatal psikogenik juga dapat muncul ketika seseorang merasa sangat bahagia. Jadi bisa dibilang ciri-ciri munculnya rasa gatal berbeda-beda untuk setiap orang, namun secara umum penyebab munculnya rasa gatal tersebut adalah stress. Karena gatal psikogenik bukanlah suatu penyakit fisik, maka pengobatan gatal psikogenik dan cara mengobati alergi kulit tentunya sangat berbeda. Keinginan untuk menggaruk tubuh muncul akibat sugesti dari alam bawah sadar, karena itulah gatal psikogenik lebih tepat bila disebut sebagai gangguan psikis. Berbeda dengan alergi pada kulit yang menyebabkan berbagai permasalah pada kulit seperti rasa gatal, kulit menjadi kemerahan, bengkak dan lain sebagainya yang dapat dilihat secara langsung. Penderita gatal psikogenik tidak dapat membedakan apakah rasa gatal yang timbul benar-benar rasa gatal akibat terpapar benda tertentu seperti tanaman dan juga hewan, ataukah rasa gatal tersebut hanya berasal dari pikirannya saja. Apabila tidak dapat menahan keinginan untuk menggaruk, kulit akan terasa sakit akibat menggaruk secara berlebihan.

Sedangkan yang kedua adalah gatal yang disebabkan oleh alergi. Alergi sebenarnya merupakan suatu perlindungan alami yang muncul ketika tubuh mendeteksi adanya zat asing berbahaya, namun sayangnya zat asing yang dikira berbahaya tersebut sebenarnya tidak berbahaya sama sekali. Misalnya saja seperti kacang, walaupun kacang tidak berbahaya ketika dikonsumsi, namun tubuh penderita alergi akan mengidentifikasi kacang sebagai hal yang berbahaya dan akan menimbulkan reaksi alergi pada kulit seperti gatal-gatal. Gatal-gatal mungkin terlihat sebagai reaksi alergi yang sepele, padahal rasa gatal tersebut dapat menjadi sangat mengganggu apabila tidak hilang hingga beberapa jam kedepan. Karena itulah sangat penting untuk mengetahui cara mengobati alergi kulit agar hal tersebut tidak terjadi pada anda. Berikut adalah beberapa hal yang biasa menjadi penyebab munculnya reaksi alergi yang dapat anda temukan dengan mudah di rumah.

1. Tungau
Tungau merupakan kutu yang berukuran sangat kecil dan dapat bersembunyi di Kasur, sofa, sudut rumah dan di berbagai perabotan rumah lainnya. Tempat-tempat yang kotor yang banyak mengandung sel kulit mati dari tubuh menjadi tempat tinggal yang cocok untuk tungau.

2. Kecoa 
Kecoa termasuk serangga yang sangat kotor karena kecoa dapat memakan segala hal, mulai dari makanan yang bisa anda makan hingga sampah dan juga hewan mati. Karena itulah kecoa sering kali membawa kuman dan juga penyakit. Yang menyebabkan kecoa sebagai alergen adalah enzim pencernaan di dalam tubuhnya, feses dan juga air liur kecoa yang apabila kontak dengan tubuh akan menyebabkan timbulnya reaksi alergi.

3. Debu
Debu merupakan partikel-partikel kecil yang terdiri dari banyak hal seperti dari partikel halus dari tanah, rontokan daun kering, bangkai serangga, sel kulit mati dari manusia maupun hewan, sisa makanan dan berbagai sampah lainnya.

4. Lumut 
Lumut akan tumbuh dengan mudah di tempat yang lembab, gelap, basah seperti kamar mandi ataupun tempat-tempat yang mengalami kebocoran genteng karena air dapat menggenang dengan mudah. Lumut akan melepaskan spora yang menjadi penyebab utama alergi akibat lumut. 

Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa cara mengobati alergi kulit namun yang paling utama adalah menghindari alergen atau pemicu alergi. Apabila tidak terpapar oleh alergen, tentunya reaksi alergi tidak akan muncul. Jika alergennya berupa salah satu dari lima jenis penyebab alergi di atas, maka anda harus rajin membersihkan rumah hingga ke sudut-sudut. Cuci dan jemur hingga kering karpet, gorden maupun keset agar debu tidak menumpuk. Ganti sprei dan sarung bantal-guling seminggu sekali agar tungau tidak berkembang biak. 





EmoticonEmoticon