Minggu, 30 Desember 2018

Anak Susah Makan? Mungkin Ini Penyebabnya.


balita susah makan

Ada banyak penyebab balita susah makan. Jika buah hati Mam sedang mengalami fase GTM (Gerakan Tutup Mulut), yang pertama kali harus dilakukan adalah mencari tahu penyebab balita menolak untuk makan. Perlu untuk diketahui memaksa anak untuk makan tentu saja akan memiliki efek yang tidak baik dari segi mentalnya. Pendekatan personal dan lemah lembut lebih diutamakan untuk mengatasi masalah ini.
Masalah balita susah makan memang membuat para orang tua khawatir lantaran tidak tercukupinya kebutuhan akan nutrisi yang ia perlukan di masa-masa pertumbuhannya. Akan tetapi jika masalah ini bisa ditangani dengan segera melalui cara menemukan akar penyebabnya, maka masalah kecukupan nutrisi tidak sampai mengganggu proses tumbuh kembangnya.

Berikut beberapa penyebab balita menolak untuk makan:  


Mulai Terbentuk Selera Terhadap Satu Rasa/Tekstur Makanan

Di usia balita biasanya lebih menyukai makanan dengan cita rasa yang manis, seperti permen, coklat, atau gula-gula. Di usia ini pula biasanya balita tidak menyukai rasa dan tekstur dari sayuran. Diperlukan kreativitas yang tinggi agar anak mau mengonsumsi setiap jenis makanan yang ditawarkan kepadanya.

Selera terhadap makanan pada anak juga bisa disebabkan karena teksturnya yang terlalu lembek. Pada usia ini umumnya gigi balita sudah mulai memenuhi rongga mulutnya. Sebaiknya Mam segera mengganti tekstur makanan yang sedikit lebih keras.


Ada Masalah Pada Sistem Pencernaannya


Masalah pencernaan di usia balita memang berisiko mengalami gangguan, seperti diare. Selain aktivitas mereka yang tinggi juga dikarenakan mudahnya memasukkan makan menggunakan tangan yang kotor.
Sistem pencernaan yang bermasalah tidak bisa dianggap sepele karena dapat mengganggu penyerapan nutrisi pada anak. Jika buah hati Mam mengalami hal ini segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan secara tepat dari ahlinya.


Sakit


GTM juga bisa disebabkan karena anak dalam kondisi yang tidak fit atau tengah sakit. Ketika anak terserang demam dan pilek, biasanya nafsu makannya memang mengalami penurunan jika dibandingkan hari biasanya. Selain itu biasanya juga lidah terasa pahit dan tenggorokan etawa nyeri ketika dipakai untuk menelan makanan.
Penyakit lainnya yang bisa menyebabkan anak menolak untuk makan adalah sakit gigi. Karena sering sekali mengonsumsi makanan yang manis, kebanyakan anak-anak dapat mengalami sakit gigi. Hal ini juga bisa menyebabkan anak menolak untuk makan lantaran sakit saat mengunyah makanan. Sariawan juga dapat berefek kepada menurunnya keringat anak untuk makan, karena rasa nyeri di bagian sariawan yang tersentuh oleh makanan.


Anak Tidak Lapar


Anak yang tidak terlalu merasa lapar pun bisa saja menolak untuk makan. Perlu Mam ketahui bahwa rasa lapar adalah insting dasar milik manusia untuk bertahan hidup. Sudah nalurinya bahwa ketika merasa lapar, manusia akan bergegas bergerak mencari makanan.
Begitu juga pada anak-anak. Jika mereka tidak merasa lapar, biasanya akan lebih sering menolak untuk makan. Mam bisa memberikan aktivitas yang membutuhkan energi yang besar. Dengan seringnya anak beraktivitas ia akan merasa lapar lantaran energinya telah habis digunakan untuk bermain dan lain-lain.


Lebih Sering Ngemil


Kegiatan satu ini sudah terbukti merusak pola makan anak. Oleh karena itu jangan memberikan camilan di jam makan karena justru mereka tidak akan mau dipaksa untuk makan. Latih anak untuk disiplin dengan menetapkan jadwal makan yang rutin. Ketika anak telah terbiasa makan di waktu tertentu, tentu saja mereka akan meminta makanan di jam yang sama setiap harinya.
Perlu kesabaran yang ekstra ketika menghadapi balita susah makan. Namun, dengan mencari akar permasalahannya maka solusi yang diperlukan akan ditemukan dengan mudah.


EmoticonEmoticon