Senin, 31 Agustus 2020

Ketahui Potensi Penggumpalan Darah Anda Dengan Tes Medis Koagulasi



Bagi Anda yang tidak pernah berkecimpung di dunia medis, mungkin akan terasa asing dengan istilah koagulasi. Kondisi koagulasi ini sendiri merupakan kondisi penggumpalan darah pada seseorang. Informasi terkait juga bisa Anda dapatkan dari beberapa sumber informasi aplikasi online seperti sehatQ.com

Sedangkan, tes koagulasi sendiri adalah tindakan tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah ada penggumpalan darah dalam tubuh pasien. Tes ini juga dapat memberikan info berapa lama proses terjadinya darah yang bisa menggumpal tersebut. Jika sampai terjadi penggumpalan darah yang dibiarkan tanpa penanganan atau tindakan medis, maka hal ini bisa menyebabkan kematian. 

Apa Saja Pebyebab Penggumpalan Darah?

Munculnya gumpalan darah dalam tubuh seseorang tentu bukan tanpa sebab. Ada beberapa hal yang melatar belakanginya. Nah beberapa hal yang menjadi faktor penggumpalan darah adalah seperti :

1.    Kondisi kekurangan vitamin K

Tubuh yang tercukupi oleh vitamin K tentu akan mengalirkan darah sesuai dengan peredarannya. Sebaliknya, jika tubuh sampai kekurangan asupan vitamin K, maka peredaran darah akan lebih mudah menggumpal.

2.    Gangguan atau penyakit hati

Adanya gangguan pada hati akan menyebabkan penggumpalan darah jadi lebih mudah terbentuk.

3.    Hemophilia

Kondisi ini adalah kondisi dimana darah tidak bisa melakukan penggumpalan secara normal. Meskipun begitu, hal ini juga dapat mengakibatkan gangguan pada proses tes koagulasi.

4.    Thrombophilia

Berbanding terbalik dengan hemophilia, kondisi thrombophilia adalah kondisi dimana darah yang menggumpal terlalu banyak kadarnya.

Adapun proses pengambilan darah untuk tes koagulasi ini dilakukan dalam beberapa langkah medis, yakni :

  1. Diawali dengan pembersihan area yang akan diambil darahnya dengan cairan antiseptik. 
  2. Selanjutnya, lengan baguan atas pasien diikat dengan toniquet yang akan membantu tenaga medis mudah menemukan vena. 
  3. Tenaga medis akan mengambil darah melalui alat suntikan ke titik ditemukannya Vena pada area pengambilan darah.  
  4. Tenaga medis akan mengambil darah secukupnya untuk ditampung dalam tabung dan menutup kembali area yang telah disuntik dengan perban atau kapas. 

Hasil tes koagulasi ternyata juga ada beraneka ragam. Hasilnya bergantung pada bagaimana dokter melakukan tindakan pengetesan. Salah satu contohnya adalah ketika dokter menggunakan metode bleeding time. Saat menggunakan metode ini, maka hasil yang keluar akan menunjukkan kecepatan pembuluh darah yang kecil dalam menutup luka atau menghentikan pendarahan.

Hasil tes koagulasi yang menunjukkan kondisi tidak normal, maka biasanya dokter akan menindak lanjuti dengan tindakan medis yang sesuai dengan diagnosa hasil tes tersebut. Sejauh ini, resiko terhadap tes koagulasi hanyalah resiko ringan seperti halnya proses suntik biasa. Diantaranya seperti, adanya pendarahan ringan, memar akibat menumpuknya darah pada area yang disuntik, infeksi, hingga pingsan. 

Yang perlu Anda perhatikan sebelum Anda menjalani tes koagulasi, Anda harus menghentikan penggunaan obat-obatan yang dapat mengganggu peredaran darah Anda. Lantas, mengapa seseorang harus melakukan tindakan medis tes koagulasi? Hal yang perlu Anda tahu bahwa gumpalan darah yang terjadi pada saluran peredaran darah ini nantinya dapat mengalir hingga ke paru-paru dan bagian jantung. Ketika hal itu terjadi, maka dapat memicu serangan jantung dan bahkan bisa berakibat fata pada kematian. 

Tes koagulasi memang bukan hal yang sangat wajib dilakukan. Namun, jika pasien memiliki gejala penggumpalan darah, maka sebaiknya dokter segera melakukan tindakan tes koagulasi tersebut. Tidak ada salahnya melakukan tes koagulasi demi menjaga agar tidak ada penggumpalan darah yang membahayakan jiwa.


EmoticonEmoticon